1.Jurnal[Kembali]

1. RC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

 5,95 V

 0,05 mA

 1,55 V

 99800 ohm

Xb = 100 ohm

1,46 V 

Xc = 10 uF

4,99 V 

 

2. RLC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

 5,98 V

    0,08 mA

     0.031 V

75250,07 ohm

Xb = 1 mH

     6,05 V

Xc = 10 uF

     0,03 V

 

3. RLC Paralel

 

Beban

V terukur

I

terukur

(total)

 

I1

 

I2

 

I3

V pada beban

 

Impedansi

 

Xa = 100 ohm

     5,82 V

   0,02 mA

 0,3mA

 0,44mA

 0,19mA

 5.80 V

 100 ohm

Xb = 1 mH

     5,80 V

   0,12 mA

 0,027 mA

 0,27mA

 0,4 mA

 5.80 V

 75625 ohm

Xc = 10 uF

     5,80 V

   0,15 mA

 3 mA

 1,28mA

 2,29 mA

 5,80 V

 375 ohm



2.Analisa[Kembali]


1. Analisa pengaruh R, L, dan C terhadap Sudut Fasa

JAWAB:

  • Resistor (R) : Resistor bersifat non-induktif dan non-kapasitif, sehingga tidak mengubah sudut fasa. Pada rangkaian dengan resistor, arus sefase dengan tegangan. Artinya, sudut fasa (θ) adalah .
  • Induktor (L) : Pada induktor, arus tertinggal dari tegangan sebesar 90°. Hal ini disebabkan oleh sifat induktansi yang menghambat perubahan arus, sehingga arus mengikuti tegangan dengan keterlambatan 90°.
  • Kapasitor (C) : Pada kapasitor, arus mendahului tegangan sebesar 90°. Kapasitor menyimpan energi dalam bentuk muatan, dan perubahan tegangan akan segera mengubah arus, menyebabkan arus lebih cepat daripada tegangan.

2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC Seri

JAWAB:

Pada rangkaian RC seri, impedansi total dihitung menggunakan rumus:

Z=R2+XC2

Impedansi Z bersifat kapasitif, sehingga arus akan mendahului tegangan dengan sudut negatif.


3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Seri

JAWAB:

Pada rangkaian RLC seri, impedansi total dihitung dengan rumus:

Z=R2+(XLXC)2

Impedansi total pada rangkaian RLC seri bergantung pada selisih antara XL dan XC:

  • Jika XL>XCrangkaian bersifat induktif, dan arus akan tertinggal dari tegangan (sudut fasa positif).

  • Jika XC>XLrangkaian bersifat kapasitif, dan arus akan mendahului tegangan (sudut fasa negatif).

  • Jika XL=XC, maka terjadi resonansi, impedansi menjadi minimum Z=R dan arus maksimum.


4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel

JAWAB:

Rangkaian ini terdiri dari resistor Rinduktor Ldan kapasitor C yang dihubungkan secara paralel.

Rumus impedansi:

Z=1(1R)2+(1XL1XC)2dengan XL=ωL,XC=1ωC

Penjelasan:

  • Tegangan pada setiap cabang (R, L, dan C) sama besar.

  • Arus total merupakan jumlah vektor dari IR,IL, dan IC.

  • Impedansi maksimum terjadi saat XL=XC (resonansi), karena reaktansi total bernilai nol.

  • Di luar resonansi, reaktansi menjadi dominan dan Z mengecil.

  • Saat resonansi

          Z=R(maksimum),θ=0

  • Saat frekuensi naik/turun dari resonansi, Z menurun dan arus bertambah.


3.Download File[Kembali]

Download File Laporan Akhir disini



Comments

Popular posts from this blog