KONTROL PAKAN TERNAK IKAN LELE 



1. Tujuan dan Ringkasan Materi[Kembali]

  • Mempelajari prinsip kerja aplikasi kolam ternak lele menggunakan water sensor, touch sensor, Ph sensor,Rain sensor dan sensor Ultrasonik

  • Mempelajari simulasi rangkaian aplikasi kolam ternak lele menggunakan water sensor, touch sensor, Ph sensor,Rain Sensor dan sensor  Ultrasonik

2. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Voltmeter

2. Baterai

     Digunakan sebagai sumber tegangan pada rangkaian.
  Konfigurasi pin

     Spesifikasi

1. Resistor

Spesifikasi resistor yang digunakan:

a. Resistor 10 ohm

b. Resistor 220 ohm

c. Resistor 10k ohm


            Datasheet resistor

 

2. Logic State

     


3. Transistor NPN


             

    Spesifikasi dan konfigurasi pin:

Spesifikasi

4. Relay



Spesifikasi tipe relay: 5VDC-SL-C
Tegangan coil: DC 5V
Struktur: Sealed type
Sensitivitas coil: 0.36W
Tahanan coil: 60-70 ohm
Kapasitas contact: 10A/250VAC, 10A/125VAC, 10A/30VDC, 10A/28VDC
Ukuran: 196154155 mm
Jumlah pin: 5

Konfigurasi Pin

 Datasheet Relay


5. Dioda





6. LED
                         
 

7. OP-AMP



 


8. Motor DC


Konfigurasi Pin

 Pin 1 : Terminal 1

 Pin 2 : Terminal 2

                Spesifikasi Motor DC

Buzzer Features and Specifications

  • Rated Voltage: 6V DC
  • Operating Voltage: 4-8V DC
  • Rated current: <30mA
  • Sound Type: Continuous Beep
  • Resonant Frequency: ~2300 Hz 
  • Small and neat sealed package
  • Breadboard and Perf board friendly
 10.  Switch 

Features 
• Constant ON resistance for signals ±10V and 100 kHz connection diagram
 • tOFF < tON. break before make action
 • Open switch isolation at 1.0 MHz -50 dB
 • < 1.0 nA leakage in OFF state • TTL. DTL. RTL direct drive compatibility
 • Single disable pin turns all sWitches in package OFF  


11. POWER SUPPLY

Berfungsi sebagai sumber daya bagi sensor ataupun rangkaian. Spesifikasi :
Input voltage: 5V-12V
Output voltage: 5V
Output Current: MAX 3A
Output power:15W
conversion efficiency: 96%

    12. 7 Segment Anoda

    A. Spesifikasi

    • Available in two modes Common Cathode (CC) and Common Anode (CA)
    • Available in many different sizes like 9.14mm,14.20mm,20.40mm,38.10mm,57.0mm and 100mm (Commonly used/available size is 14.20mm)
    • Available colours: White, Blue, Red, Yellow and Green (Res is commonly used)
    • Low current operation
    • Better, brighter and larger display than conventional LCD displays.
    • Current consumption : 30mA / segment
    • Peak current : 70mA

    B. Konfigurasi pin

    Pin Number

    Pin Name

    Description

    1

    e

    Controls the left bottom LED of the 7-segment display

    2

    d

    Controls the bottom most LED of the 7-segment display

    3

    Com

    Connected to Ground/Vcc based on type of display

    4

    c

    Controls the right bottom LED of the 7-segment display

    5

    DP

    Controls the decimal point LED of the 7-segment display

    6

    b

    Controls the top right LED of the 7-segment display

    7

    a

    Controls the top most LED of the 7-segment display

    8

    Com

    Connected to Ground/Vcc based on type of display

    9

    f

    Controls the top left LED of the 7-segment display

    10

    g

    Controls the middle LED of the 7-segment display

    13. Decoder (IC 7447)

    A. Spesifikasi

    • has a broader Voltage range
    • A variety of operating conditions
    • internal pull-ups ensure you don't need external resistors
    • Four input lines and seven output lines
    • input clamp diode hence no need for high-speed termination
    • comes with open collector output 

    B. Konfigurasi pin:

    Data Sheet Decoder:

    14. Encoder  (IC 74147)


    A. Spesifikasi

    • It operates at 4.5V to 5.5 DC voltage.
    • It delivers output current from low 70µA to high 8mA
    • It operates at the temperature from -55℃ to 70℃
    • Logic Case packaging type: DIP
    • Mounting Type: Through Hole

    B. Konfigurasi Pin

    IC 74147 Pin Diagram, pin diagram of IC 74147



    You can see there is a total of 16 pins.
    • Pin No. 1 - 4 (input)
    • Pin No. 2 - 5 (input)
    • Pin No. 3 - 6 (input)
    • Pin No. 4 - 7 (input)
    • Pin No. 5 - 8 (input)
    • Pin No. 6 - C (output)
    • Pin No. 7 - B (output)
    • Pin No. 8 - Ground (GND)
    • Pin No. 9 - A (output)
    • Pin No. 10 - 9 (input)
    • Pin No. 11 - 1 (input)
    • Pin No. 12 - 2 (input)
    • Pin No. 13 - 3 (input)
    • Pin No. 14 - D (output)
    • Pin No. 15 - Not Connected (NC)
    • Pin No. 16 - Vcc or positive power supply

    15.  POT- HG


    A. Spesifikasi
    • Type: Rotary a.k.a Radio POT
    • Available in different resistance values like 500Ω, 1K, 2K, 5K, 10K, 22K, 47K, 50K, 100K, 220K, 470K, 500K, 1 M. 
    • Power Rating: 0.3W
    • Maximum Input Voltage: 200Vdc
    • Rotational Life: 2000K cycles

    B. Konfigurasi PIN

    Pin No.

    Pin Name

    Description

    1

    Fixed End

    This end is connected to one end of the resistive track

    2

    Variable End

    This end is connected to the wiper, to provide variable voltage

    3

    Fixed End

    This end is connected to another end of the resistive track

                     Konfigurasi potentiometer:


    16. Sensor Touch

          

    Pin Out
    Spesifikasi

    17.  IC 74HC147

             


      

    18 Water Sensor
      

    Jumlah Pin pada Sensor ini berjumlah 3 Yaitu :

    1. Pin Negatif (-)
    2. Pin Positif (+)
    3. Pin Data (S)

    19 Sensor Ultrasonik




    Spesifikasi :

    • > Tegangan : 5 VDC

      > Arus : 15 mA

      > Frekuensi Kerja : 40 KHz

      > Jarak Minimum : 2 cm

      > Jarak Maksimum : 400 cm (4 meter)

      > Sudut Pengukuran : 15 Derajat

      > Input Sinyal Trigger : 10uS pulsa TTL

      > Output Sinyal Echo : Sinyal level TTL

      > Dimensi : 45mm x 20 mm x 15 mm

     Konfigurasi PIN :

    1. Pin Trig (Triger) à sebagai pin/kaki untuk memicu (men-trigger) pemancaran gelombang ultrasonik. Cukup dengan membuat logika “HIGH – LOW” maka sensor akan memancarkan gelombang ultrasonik.
    2. Pin Echo à sebagai pin/kaki untuk mendeteksi ultrasonik yang memantul (echo) kembali, apakah sudah diterima atau belum. Selama gelombang ultrasonik belum diterima, maka logika pin ECHO akan “HIGH”. Setelah gelombang ultrasonik diterima maka pin ECHO berlogika “LOW”.
    3. Pin Vcc à sebagai pin koneksi ke power supply + 5 Vdc. Dapat juga dihubungkan langsung ke pin 5V Arduino.
    4. Pin Gnd (Ground) à adalah pin koneksi ke power supply Ground. Dapat juga dihubungkan ke pin Gnd Arduino.
    20  Sensor pH
            
     spesifikasi sebagai berikut : 
     Daya Modul : 5V
     Ukuran Modul : 43mm x 32mm
     Jarak pengukuran : 0-14.0 pH
     Pengukuran Suhu : 0-60 ºC
     Akurasi : ± 0.1pH (25ºC)
     Waktu tanggap : < 1 menit
     Ph Sensor dengan Kabel BNC
     Antarmuka pH 2.0 3 pin
     LED Indikator Data

    21. IC 4026

    Output yang diberikan oleh IC saat diberikan pulsa clock :


    22. IC 4511 (Dekoder BCD Ke 7 Segmen CMOS 4511)
              

    CD4511 Pin Configuration

    Pin no.

    Pin name

    Description

    1,2,6,7

    B,C,D,A

    BCD input of the IC

    3

    Display test/Lamp test

    To test the display LEDs

    4

    Blank input

    To turn-off the LEDs of the display

    5

    Store

    Store or strobe a BCD code

    8

    Gnd

    Ground

    9,10,11,12,13,14,15

    e,d,c,b,a,g,f

    7-segment outputs

    16

    Vcc

    Positive supply input

     

    3. Dasar Teori[Kembali]

    • RESISTOR 

            Resistor merupakan komponen elektronika dasar yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian.Sesuai dengan namanya, resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Resistor memiliki simbol seperti gambar dibawah ini :


    Simbol Resistor

          Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan Hukum OHM :


    Dimana V adalah tegangan,  I adalah kuat arus, dan R adalah Hambatan.

    Di dalam resistor, terdapat ketentuan untuk membaca nilai resistor yang diwakili dengan kode warna dengan ketentuan di bawah ini :



    Sebagian besar resistor yang kita lihat memiliki empat pita berwarna . Oleh karena itu ada cara membacanya seperti ketentuan dibawah ini :
    1. Dua pita pertama dan kedua menentukan nilai dari resistansi
    2. Pita ketiga menentukan faktor pengali, yang akan memberikan nilai resistansi.
    3. Dan terakhir, pita keempat menentukan nilai toleransi.

    Rumus Resistor:

    Seri : Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn

    Dimana :
    Rtotal = Total Nilai Resistor
    R1 = Resistor ke-1
    R2 = Resistor ke-2
    R3 = Resistor ke-3
    Rn = Resistor ke-n

    Paralel: 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn

    Dimana :
    Rtotal = Total Nilai Resistor
    R1 = Resistor ke-1
    R2 = Resistor ke-2
    R3 = Resistor ke-3
    Rn = Resistor ke-n

    • Dioda

        Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyearahkan arus. Komponen ini terdiri dari penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping (penambahan material) yang berbeda, dan tambahan material konduktor untuk mengalirkan listrik.Dioda memiliki simbol sebagai berikut :
    Gambar Simbol Dioda

    Cara Kerja Dioda

    Secara sederhana, cara kerja dioda dapat dijelaskan dalam tiga kondisi, yaitu kondisi tanpa tegangan (unbiased), diberikan tegangan positif (forward biased), dan tegangan negatif (reverse biased).

    A. Kondisi tanpa tegangan

            Pada kondisi tidak diberikan tegangan akan terbentuk suatu perbatasan medan listrik pada daerah P-N junction. Hal ini terjadi diawali dengan proses difusi, yaitu bergeraknya muatan elektro dari sisi n ke sisi p. Elektron-elektron tersebut akan menempati suatu tempat di sisi p yang disebut dengan holes. Pergerakan elektron-elektron tersebut akan meninggalkan ion positif di sisi n, dan holes yang terisi dengan elektron akan menimbulkan ion negatif di sisi p. Ion-ion tidak bergerak ini akan membentuk medan listrik statis yang menjadi penghalang pergerakan elektron pada dioda.

    cara kerja dioda

    B. Kondisi tegangan positif (Forward-bias)

        Pada kondisi ini, bagian anoda disambungkan dengan terminal positif sumber listrik dan bagian katoda disambungkan dengan terminal negatif. Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke masing-masing kutub. Ion-ion negatif akan tertarik ke sisi anoda yang positif, dan ion-ion positif akan tertarik ke sisi katoda yang negatif. Hilangnya penghalang-penghalang tersebut akan memungkinkan pergerakan elektron di dalam dioda, sehingga arus listrik dapat mengalir seperti pada rangkaian tertutup.

    dioda tanpa tegangan

    C. Kondisi tegangan negatif (Reverse-bias)

            Pada kondisi ini, bagian anoda disambungkan dengan terminal negatif sumber listrik dan bagian katoda disambungkan dengan terminal positif. Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke masing-masing kutub. Pemberian tegangan negatif akan membuat ion-ion negatif tertarik ke sisi katoda (n-type) yang diberi tegangan positif, dan ion-ion positif tertarik ke sisi anoda (p-type) yang diberi tegangan negatif. Pergerakan ion-ion tersebut searah dengan medan listrik statis yang menghalangi pergerakan elektron, sehingga penghalang tersebut akan semakin tebal oleh ion-ion. Akibatnya, listrik tidak dapat mengalir melalui dioda dan rangkaian diibaratkan menjadi rangkaian terbuka.

    kondisi tegangan negatif

    3. Rumus

    rumus

    • Transistor NPN

    Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, di mana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Kapasitor NPN memiliki simbol seperti gambar di bawah ini:
    Simbol Transistor NPN BC547


    Terdapat rumus rumus dalam mencari transistor seperti rumus di bawah ini:

    Rumus dari Transitor adalah :

    hFE = iC/iB

    dimana, iC = perubahan arus kolektor 

    iB = perubahan arus basis 

    hFE = arus yang dicapai


    Rumus dari Transitor adalah :

    Karakteristik Input

    Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.

    Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.

     Karakteristik Output

    Sebuah transistor memiliki empat daerah operasi yang berbeda yaitu daerah aktif, daerah saturasi, daerah cutoff, dan daerah breakdown. Jika transistor digunakan sebagai penguat, transistor bekerja pada daerah aktif. Jika transistor digunakan pada rangkaian digital, transistor biasanya beroperasi pada daerah saturasi dan cutoff. Daerah breakdown biasanya dihindari karena resiko transistor menjadi hancur terlalu besar.

    Gelombang I/O Transistor


    • OP-AMP

    Simbol 
     
    Berfungsi sebagai penguat atau pembanding tegangan input dengan output.

     

     

    Karakteristik IC OpAmp

    • Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
    • Tegangan Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
    • Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
    • Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
    • Lebar Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
    • Karakteristik tidak berubah dengan suhu
                                                                               

    Karakteristik IC OpAmp

    • Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
    • Tegangan Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
    • Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
    • Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
    • Lebar Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
    • Karakteristik tidak berubah dengan suhu

    Inverting Amplifier


     Rumus:

    NonInverting

     Rumus:

    Komparator

    Rumus:

    Adder

    Rumus:

    Bentuk Gelombang

    • Gerbang NOT (IC 7404)

     


    Gerbang NOT atau disebut juga "NOT GATE" atau Inverter (Gerbang Pembalik) adalah jenis gerbang logika yang hanya memiliki satu input (Masukan) dan satu output (keluaran). Dikatakan Inverter (gerbang pembalik) karena gerbang ini akan menghasilkan nilai ouput yang berlawanan dengan nilai inputnya . Untuk lebih jelasnya perhatikan simbol dan tabel kebenaran gerbang NOT berikut.



    Pada gerbang logika NOT, simbol yang menandakan operasi gerbang logika NOT adalah tanda minus (-) diatas variabel, perhatikan gambar diatas.

    Perhatikan tabel kebenaran gerbang NOT. Cara cepat untuk mengingat tabelnya adalah dengan mengingat pernyataan berikut. "Gerbang NOT akan menghasilkan output (keluaran) logika 1 bila variabel input (masukan) bernilai logika 0" sebalikanya "Gerbang NOT akan menghasilkan keluaran logika 0 bila input (masukan) bernilai logika 1"

    • Decoder (IC 7447)

        IC BCD 7447 merupakan IC yang bertujuan mengubah data BCD (Binary Coded Decimal) menjadi suatu data keluaran untuk seven segment. IC 7447 yang bekerja pada tegangan 5V ini khusus untuk menyalakan seven segment dengan konfigurasi common anode. Sedangkan untuk menyalakan tampilan seven segment yang bekerja pada konfigurasi common cathode menggunakan IC BCD 7448. 

        IC ini sangat membantu untuk meringkas masukan seven segmen dengan jumlah 7 pin, sedangkan jika menggunakan BCD cukup dengan 4 bit masukan. IC BCD bisa juga disebut dengan driver seven segment. Berikut konfigurasi Pin IC 7447.

    Konfigurasi Pin Decoder:

    a. Pin Input IC BCD, memiliki fungsi sebagai masukan IC BCD yang terdiri dari 4 Pin, nama     pin masukan BCD dilangkan dengan huruf kapital yaitu A, B, C  dan D. Pin input berkeja    dengan logika High=1.

    b. Pin Ouput IC BCD, memiliki fungsi untuk mengaktifkan seven segmen sesuai data yang    diolah dari pin input. Pin output berjumlah 7 pin yang namanya dilambangkan dengan    aljabar huruf kecil yaitu, b, c, d, e, f dan g. Pin Output bekerja dengan logika low=0. Karena itulah IC 7447 digunakan untuk seven segment common anode.

    c. Pin LT (Lamp Test) memiliki fungsi untuk mengaktifkan semua output menjadi aktif low,        sehingga semua led pada seven segmen menyala dan menampilkan angka 8. Pin LT akan aktif jika diberi logika low. Pin ini juga digunakan untuk mengetes kondisi LED pada seven segment.

    d. Pin RBI (Ripple Blanking Input) memiliki fungsi untuk menahan data input (disable input), pin RBI akan aktif jika diberi logika low. Sehingga seluruh pin output akan berlogika High, dan seven segment tidak aktif.

    e. Pin RBO (Ripple blanking Output) memiliki fungsi untuk menahan data output (disable output), pin RBO ini akan aktif jika diberikan logika Low. Sehingga seluruh pin output akan berlogika High, dan seven segment tidak aktif.

    Pada aplikasi IC dekoder 7447, ketiga pin (LT, RBI dan RBO) harus diberi logika HIGH=1 agar tidak aktif. Baik IC 7447 atau 7448 pada bagian output perlu dipasang resistor untuk membatasi arus yang keluar sehingga led pada seven segment bekerja secara optimal. Berikut ini rangkaian IC dekoder 7448 untuk konfigurasi seven segment common cathode.

    • Encoder 74147


        IC 74147 adalah IC encoder digital yang mengkodekan 9 jalur input menjadi 4 jalur output. Ini juga dikenal sebagai encoder prioritas Desimal ke BCD. Istilah encoder prioritas digunakan karena menyediakan pengkodean untuk jalur data urutan tertinggi sebagai prioritas pertama. Itu dibuat menggunakan teknologi Transistor-Transistor Logic (TTL). Ini adalah IC encoder 10 hingga 4. Pada artikel ini, kita akan melihat Diagram Pin IC 74147, Diagram Sirkuit Internal IC 74147, dan tabel Truth atau tabel fungsi IC 74147.

    Here, you can see the truth table of IC 74147




    • 7 Segment Anoda   

        Seven segment merupakan bagian-bagian yang digunakan untuk menampilkan angka atau bilangan decimal. Seven segment tersebut terbagi menjadi 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segment ini terdiri dari 1 atau 2 LED (Light Emitting Dioda). Seven segment bisa menunjukan angka-angka desimal serta beberapa bentuk tertentu melalui gabungan aktif atau tidaknya LED penyususnan dalam seven segment.

        Supaya memudahkan penggunaannnya biasanya memakai sebuah sebuah seven segment driver yang akan mengatur aktif atau tidaknya led-led dalam seven segment sesuai dengan inputan biner yang diberikan. Bentuk tampilan modern disusun sebagai metode 7 bagian atau dot matriks. Jenis tersebut sama dengan namanya, menggunakan sistem tujuh batang led yang dilapis membentuk angka 8 seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Huruf yang dilihatkan dalam gambar itu ditetapkan untuk menandai bagian-bagian tersebut.

        Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai, akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, dan juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi). Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7 bagian, sehingga harus menggunakan decoder BCD (Binary Code Decimal) ke 7 segmen sebagai antar muka. Decoder tersebut terbentuk  dari pintu-pintu akal yang masukannya berbetuk digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7 segmen.

    Tabel Pengaktifan Seven Segment Display


    • Light Emitting Code (LED)
      Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.

        Bentuk LED mirip dengan sebuah bohlam (bola lampu) yang kecil dan dapat dipasangkan dengan mudah ke dalam berbagai perangkat elektronika. Berbeda dengan Lampu Pijar, LED tidak memerlukan pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan panas dalam menghasilkan cahaya.  Oleh karena itu, saat ini LED (Light Emitting Diode) yang bentuknya kecil telah banyak digunakan sebagai lampu penerang dalam LCD TV yang mengganti lampu tube.

    Simbol dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)Bentuk dan Simbol LED (Light Emitting Diode)


    Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)

    Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.

    LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).

    Cara kerja LED (Light Emitting Diode)

    LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.

    • Logic State



        Gerbang logika atau logic State adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.

        Status logika Pengertian logis, benar atau salah, dari sinyal biner yang diberikan. Sinyal biner adalah sinyal digital yang hanya memiliki dua nilai yang valid. Dalam istilah fisik, pengertian logis dari sinyal biner ditentukan oleh level tegangan atau nilai arus sinyal, dan ini pada gilirannya ditentukan oleh teknologi perangkat. Dalam sirkuit TTL, misalnya, keadaan sebenarnya diwakili oleh logika 1, kira-kira sama dengan +5 volt pada garis sinyal; logika 0 kira-kira 0 volt. Tingkat tegangan antara 0 dan +5 volt dianggap tidak ditentukan.

    • Motor DC

        

        Terdapat dua bagian utama pada sebuah Motor Listrik DC, yaitu Stator dan Rotor. Stator adalah bagian motor yang tidak berputar, bagian yang statis ini terdiri dari rangka dan kumparan medan. Sedangkan Rotor adalah bagian yang berputar, bagian Rotor ini terdiri dari kumparan Jangkar. Dua bagian utama ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa komponen penting yaitu diantaranya adalah Yoke (kerangka magnet), Poles (kutub motor), Field winding (kumparan medan magnet), ArmatureWinding (Kumparan Jangkar), Commutator (Komutator)dan Brushes (kuas/sikat arang).

        Pada prinsipnya motor listrik DC menggunakan fenomena elektromagnet untuk bergerak, ketika arus listrik diberikan ke kumparan, permukaan kumparan yang bersifat utara akan bergerak menghadap ke magnet yang berkutub selatan dan kumparan yang bersifat selatan akan bergerak menghadap ke utara magnet. Saat ini, karena kutub utara kumparan bertemu dengan kutub selatan magnet ataupun kutub selatan kumparan bertemu dengan kutub utara magnet maka akan terjadi saling tarik menarik yang menyebabkan pergerakan kumparan berhenti



    Untuk menggerakannya lagi, tepat pada saat kutub kumparan berhadapan dengan kutub magnet, arah arus pada kumparan dibalik. Dengan demikian, kutub utara kumparan akan berubah menjadi kutub selatan dan kutub selatannya akan berubah menjadi kutub utara. Pada saat perubahan kutub tersebut terjadi, kutub selatan kumparan akan berhadap dengan kutub selatan magnet dan kutub utara kumparan akan berhadapan dengan kutub utara magnet. Karena kutubnya sama, maka akan terjadi tolak menolak sehingga kumparan bergerak memutar hingga utara kumparan berhadapan dengan selatan magnet dan selatan kumparan berhadapan dengan utara magnet. Pada saat ini, arus yang mengalir ke kumparan dibalik lagi dan kumparan akan berputar lagi karena adanya perubahan kutub. Siklus ini akan berulang-ulang hingga arus listrik pada kumparan diputuskan.

    • Voltmeter
    Volt meter DC merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara 2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika.


    • Ground
    Ground Berfungsi sebagai untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus pada rangkaian

    • Baterai

    Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai yang dapat di isi ulang (Rechargeable). Baterai simbol seperti gambar di bawah ini:

    Gambar Simbol Baterai

    • Power Supply
        Power supply atau pencatu daya adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi memberikan tegangan dan arus listrik pada komponen-komponen lainnya. Pada dasarnya power supply membutuhkan sumber listrik yang kemudian diubah menjadi sumber daya yang dibutuhkan oleh berbagai perangkat elektronik lainnya. Arus listrik yang disalurkan oleh power supply ini adalah jenis arus bolak-balik (AC). Namun karena kelebihan dari power supply ini, maka alat ini juga dapat mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Power supply memiliki simbol sebagai berikut :
    Gambar simbol power supply
    • Sensor Sentuh (TOUCH SENSOR)

    (Gambar 17. Touch sensor)
        Touch Sensor atau Sensor Sentuh adalah sensor elektronik yang dapat mendeteksi sentuhan. Sensor Sentuh ini pada dasarnya beroperasi sebagai sakelar apabila disentuh, seperti sakelar pada lampu, layar sentuh ponsel dan lain sebagainya. Sensor Sentuh ini dikenal juga sebagai Sensor Taktil (Tactile Sensor). Seiring dengan perkembangan teknologi, sensor sentuh ini semakin banyak digunakan dan telah menggeser peranan sakelar mekanik pada perangkat-perangkat elektronik.
        

    JENIS-JENIS SENSOR SENTUH

    Berdasarkan fungsinya, Sensor Sentuh dapat dibedakan menjadi dua jenis utama yaitu Sensor Kapasitif dan Sensor Resistif. Sensor Kapasitif atau Capacitive Sensor bekerja dengan mengukur kapasitansi sedangkan sensor Resistif bekerja dengan mengukur tekanan yang diberikan pada permukaannya.

    Pengertian SENSOR SENTUH dan jenis-jenisnya (KAPASITIF DAN RESISTIF)
    (Gambar 18. jenis touch sensor)

    Sensor Kapasitif

        Sensor sentuh Kapasitif merupakan sensor sentuh yang sangat populer pada saat ini, hal ini dikarenakan Sensor Kapasitif lebih kuat, tahan lama dan mudah digunakan serta harga yang relatif lebih murah dari sensor resistif. Ponsel-ponsel pintar saat ini telah banyak yang menggunakan teknologi ini karena juga menghasilkan respon yang lebih akurat.

        Berbeda dengan Sensor Resistif yang menggunakan tekanan tertentu untuk merasakan perubahan pada permukaan layar, Sensor Kapasitif memanfaatkan sifat konduktif alami pada tubuh manusia untuk mendeteksi perubahan layar sentuhnya. Layar sentuh sensor kapasitif ini terbuat dari bahan konduktif (biasanya Indium Tin Oxide atau disingkat dengan ITO) yang dilapisi oleh kaca tipis dan hanya bisa disentuh oleh jari manusia atau stylus khusus ataupun sarung khusus yang memiliki sifat konduktif.

        Pada saat jari menyentuh layar, akan terjadi perubahaan medan listrik pada layar sentuh tersebut dan kemudian di respon oleh processor untuk membaca pergerakan jari tangan tersebut. Jadi perlu diperhatikan bahwa sentuhan kita tidak akan di respon oleh layar sensor kapasitif ini apabila kita menggunakan bahan-bahan non-konduktif sebagai perantara jari tangan dan layar sentuh tersebut.

    Sensor Resistif

        Tidak seperti sensor sentuh kapasitif, sensor sentuh resistif ini tidak tergantung pada sifat listrik yang terjadi pada konduktivitas pelat logam. Sensor Resistif bekerja dengan mengukur tekanan yang diberikan pada permukaannya. Karena tidak perlu mengukur perbedaan kapasitansi, sensor sentuh resistif ini dapat beroperasi pada bahan non-konduktif seperti pena, stylus atau jari di dalam sarung tangan.

        Sensor sentuh resistif terdiri dari dua lapisan konduktif yang dipisahkan oleh jarak atau celah yang sangat kecil. Dua lapisan konduktif (lapisan atas dan lapisan bawah) ini pada dasarnya terbuat dari sebuah film. Film-film umumnya dilapisi oleh Indium Tin Oxide yang merupakan konduktor listrik yang baik dan juga transparan (bening).

        Cara kerjanya hampir sama dengan sebuah sakelar, pada saat film lapisan atas mendapatkan tekanan tertentu baik dengan jari maupun stylus, maka film lapisan atas akan bersentuhan dengan film lapisan bawah sehingga menimbulkan aliran listrik pada titik koordinat tertentu layar tersebut dan memberikan signal ke prosesor untuk melakukan proses selanjutnya.

            Dalam keadaan IDLE output yang dihasilkan adalah LOW (konsumsi daya sangat kecil) sedangkan saat ada jari yang menyentuh modul ini output yang dihasilkan adalah HIGH. Jika tidak ada aktifitas lebih dari 12 detik maka modul otomatis akan kembali ke mode IDLE (hemat daya).

            Modul dapat dipasang di belakang permukaan plastik, kaca dan bahan non-logam lainnya untuk menutupi permukaan sensor. Selain itu, jika kita dapat mengatur posisi yang tepat untuk sentuhan, kita juga dapat menyembunyikannya di dalam dinding, meja dan bagian tombol tersembunyi lainnya.
    Ketika jari menyentuh bagian sensor, modul menghasilkan sinyal high.
    a. Arus Output Pin Sink (@ VCC 3V, VOL 0.6V): 8mA
    b. Arus Output pin pull-up (@ VCC=3V, VOH=2.4V): 4mA
    c. Waktu respon (low power mode): max 220ms
    1. Dalam keadaan normal, modul menghasilkan sinyal low (hemat daya).
    d. Waktu respon (touch mode): max 60ms Cara kerja:
    4. Dilengkapi 4 lobang baut untuk memudahkan pemasangan
    3. Jika tidak disentuh lagi selama 12 detik kembali ke mode hemat energi.
    Kelebihan: - Konsumsi daya yang rendah
    - Dapat menggantikan fungsi saklar tradisional
    - Bisa menerima tegangan dari 2 ~ 5.5V D
    Rumus Tegangan sentuh maksimal  

    𝐸𝑆 = 𝐼𝑘( 𝑅𝑘 + 1.5 𝜌𝑠)

    Ket:    𝐼𝑘 = Arus fibrilasi
              𝑅𝑘 = Nilai tahanan pada badan manusia 
              𝜌𝑠 = Tahanan Jenis tanah 



    Water Sensor
          Water sensor adalah controller yang bisa mendeteksi volume air, tinggi air, serta kualitas air di dalam tangki, sungai, danau, dan sejenisnya dengan akurat dan mudah. Sensor ini merupakan perangkat yang bisa mematikan atau mengobarkan pompa air secara otomatis andai air mulai berakhir atau sudah nyaris penuh.

      Jumlah Pin pada Sensor ini berjumlah 3 Yaitu :

      1. Pin Negatif (-)
      2. Pin Positif (+)
      3. Pin Data (S)
    Sensor pH 

            pH merupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat
    keasaman atau basa yang dimiliki oleh suatu zat, larutan atau benda. Kadar pH
    diukur pada skala 0 sampai 14.

           Dapat dilihat pada gambar diatas skala pH netral memiliki sifat basa sedangkan
    nilai pH netral memiliki nilai pH , bila nilai pH >7 menunjukan zat tersebut
    memiliki sifat basa sedangkan nilai pH < 7 menunjukan derajat kebasaan
    tertinggi. 

    Spesifikasi Sensor Asam 
           Pada perencanaa sensor pH yang akan digunakan adalah jenis Elektroda
    (SKU : SEN0161) dari DF Robot dengan spesifikasi sebagai berikut : 
     Daya Modul : 5V
     Ukuran Modul : 43mm x 32mm
     Jarak pengukuran : 0-14.0 pH
     Pengukuran Suhu : 0-60 ºC
     Akurasi : ± 0.1pH (25ºC)
     Waktu tanggap : < 1 menit
     Ph Sensor dengan Kabel BNC
     Antarmuka pH 2.0 3 pin
     LED Indikator Data


    Prinsip Kerja Sensor Ph 

        Prinsip kerja utama sensor pH meter terletak pada probe elektroda kaca (glass electrode) dengan jalan mengukur jumlah ion H3O+ di dalam larutan. Ujung elektroda kaca setebal 0,1 mm yang berbentuk bulat (bulb). Bulb ini dipasangkan dengan silinder kaca non-konduktor atau plastic memanjang diisi dengan larutan HCL. Didalam larutan HCL, terendam sebuah kawat elektrode panjang berbahan perak yang pada permukaannya terbentuk senyawa setimbang AgCL,kostantannya jumlah larutan HCL pada sistem ini membuat electrode Ag/AgCL memiliki nilai potemsial stabil.




            Inti sensor pH pada permukaan bulbkaca yang memiliki kemampuan untuk
    bertukar ion positif (H+) dengan larutan terukur. Kaca tersusun atas molekul
    silicon dioksida dengan sejumlah ikatan logam alkali. Pada saat bulb kaca ini
    terekspos air, ikatan SiO akan berprotonasi membentuk tipis HsiO+ sesuai dengan
    reaksi tersebut. 

    SENSOR Ultrasonik




    Spesifikasi :

    • > Tegangan : 5 VDC

      > Arus : 15 mA

      > Frekuensi Kerja : 40 KHz

      > Jarak Minimum : 2 cm

      > Jarak Maksimum : 400 cm (4 meter)

      > Sudut Pengukuran : 15 Derajat

      > Input Sinyal Trigger : 10uS pulsa TTL

      > Output Sinyal Echo : Sinyal level TTL

      > Dimensi : 45mm x 20 mm x 15 mm

     Konfigurasi PIN :

    1. Pin Trig (Triger) à sebagai pin/kaki untuk memicu (men-trigger) pemancaran gelombang ultrasonik. Cukup dengan membuat logika “HIGH – LOW” maka sensor akan memancarkan gelombang ultrasonik.
    2. Pin Echo à sebagai pin/kaki untuk mendeteksi ultrasonik yang memantul (echo) kembali, apakah sudah diterima atau belum. Selama gelombang ultrasonik belum diterima, maka logika pin ECHO akan “HIGH”. Setelah gelombang ultrasonik diterima maka pin ECHO berlogika “LOW”.
    3. Pin Vcc à sebagai pin koneksi ke power supply + 5 Vdc. Dapat juga dihubungkan langsung ke pin 5V Arduino.
    4. Pin Gnd (Ground) à adalah pin koneksi ke power supply Ground. Dapat juga dihubungkan ke pin Gnd Arduino.

    Sensor ultrasonik merupakan jenis sensor yang bekerja dengan prinsip pemantulan gelombang suara berfrekuensi tinggi (di atas 20 kHz), yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Sensor ini digunakan untuk mengukur jarak antara sensor dengan permukaan objek berdasarkan waktu tempuh gelombang dari sensor ke objek dan kembali lagi ke sensor.

    Dalam sistem kontrol pakan ternak, sensor ultrasonik digunakan untuk memantau ketinggian atau volume pakan dalam wadah. Sensor akan dipasang di atas tempat pakan, lalu secara berkala mengirimkan gelombang ultrasonik ke permukaan pakan. Gelombang ini akan dipantulkan kembali ke sensor, dan berdasarkan waktu pantul tersebut, sistem dapat menghitung seberapa penuh atau kosong wadah pakan tersebut.

    Pengukuran jarak dihitung dengan rumus:

    Jarak=v×t2

    di mana:

    • v = kecepatan suara di udara (~343 m/s),

    • t = waktu yang dibutuhkan gelombang untuk pergi dan kembali,

    • pembagi 2 digunakan karena jarak dihitung untuk perjalanan satu arah.

    Dengan informasi ini, sistem bisa melakukan kontrol otomatis: ketika pakan tinggal sedikit (jarak permukaan pakan dari sensor semakin jauh), maka sistem akan memicu aktuator atau motor untuk mengisi ulang pakan secara otomatis.

    Sensor ultrasonik seperti HC-SR04 sering digunakan karena memiliki kelebihan:

    • Akurasi tinggi untuk pengukuran jarak pendek (2–400 cm),

    • Konsumsi daya rendah,

    • Harga terjangkau,

    • Mudah diintegrasikan dengan mikrokontroler seperti Arduino.

    Penerapan sensor ini dalam kontrol pakan ternak membantu mengurangi tenaga kerja manual, memastikan ketersediaan pakan secara berkelanjutan, serta meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan ternak.

    4. Percobaan[Kembali]

      A. Prosedur Percobaan

      - Siapkan seluruh alat dan bahan yang akan digunakan di Proteus
      - Rangkaia semua alat dan bahan pada proteus
      - Atur nilai variable (tengang, arus, dll)
      - Lalu tekan tombol jalankan 
      - Simulasikan semua sensor yang ada
      - Revisi lagi apakah ada yang kurang dari rangkaian
      - Lakukan simulasi kembali



    5. Gambar Rangkaian dan Video[Kembali]

    Gambar Rangkaian 







      PRINSIP KERJA RANGKAIAN 

      1. WATER SENSOR
      Water sensor berfungsi untuk mengukur ketingaan dari kolam dimana sensor ini diletakkan di bawah permukaan kolam yang di tempel di dinding kolam. ketika kolam air penuh maka sensor akan mendeteksi resistansi kecil. Sensor akan aktif ketika sensor mendeteksi nilai dari resistansinya nya itu besar. dimana pada rangkaian sensor akan aktif ketika nilai dari resiatansinya yaitu besar dari 50%. ketika sensor aktif maka akan ada tegangan yang di umpankan ke induktor, capisitor, ground dan pada inputan rangkaian full adder (A1). dimana pada full adder terdapat inputan A1 dari output sensro, A2-A4 dan C0 berlogika nol.Dari table kebenaran kita dapat melihat hasil dari output full adder yaitu S1 = 1 dan S2= nol. sehingga terdapat tengang pada inputan S1.Tegangan S1 yang sebesar 5V diumpkan ke R1 dan masuk ke kaki non inverting (sebagai input) dari suatu rangkaian non inverting Amplifier. Dimana rumus dari non inverting amplifier adalah vo = (Rf/Ri+1)Vi. Dimana Rf sebesar 10k ohm dan R1 sebesar 10k ohm. Di dapat penguat sebesar 1x sehingga output dari rangkaian op amp nya sebesar 15V. Tegangan 15v di umpankan ke R3 (10k ohm) dan ke transistor di transistor terukur tegangan Vbe  sebesar 0.86V maka transistor akan on. Transistor akan on jika teganganya Vbe nya besar dari 0,60V. Ketika transistor on maka ada arus lewat vcc, relay, lewat kaki kolector, ke emiter trus ke Re trus ke ground. Karena ada harus yang melewati kumparan relay maka swicth dari relay akan bergesar dari ke kanan ke kiri atau akan on. Sehingga terjadi loop yang terhubung dengan baterai led dan motor sehingga ada supply dari batrai yang mengakibatkan motor hidup memanandakan sistem berjalan dan menyalakan pompa air otomatis sehingga ketinggaan air kolam terjaga

      2. SENSOR ULTRASONIK

      Sensor ultrasonik bekerja dengan prinsip pemantulan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonik), yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Dalam sistem kontrol pakan ternak lele, sensor ini dipasang di atas wadah atau tempat penyimpanan pakan untuk memantau ketinggian atau jumlah pakan yang tersisa. Ketika sistem diaktifkan, sensor akan mengirimkan gelombang ultrasonik ke arah permukaan pakan melalui bagian pemancar (transmitter). Setelah itu, gelombang akan dipantulkan kembali oleh permukaan pakan dan diterima oleh bagian penerima (receiver) pada sensor.

      Waktu yang dibutuhkan oleh gelombang untuk melakukan perjalanan dari sensor ke permukaan pakan dan kembali lagi akan dihitung oleh sistem. Dari waktu ini, mikrokontroler akan menghitung jarak antara sensor dan permukaan pakan menggunakan rumus jarak = (kecepatan suara × waktu tempuh) ÷ 2. Jika jarak yang terukur menunjukkan bahwa pakan berada pada level rendah atau hampir habis, maka sistem akan secara otomatis mengaktifkan aktuator seperti motor atau valve untuk menambahkan pakan ke dalam kolam atau wadah.

      Dengan prinsip kerja ini, sensor ultrasonik mampu membantu sistem memberikan pakan secara otomatis tanpa campur tangan manusia, sehingga meningkatkan efisiensi pemberian pakan, mengurangi pemborosan, dan menjaga kestabilan ketersediaan pakan bagi ternak secara terus-menerus.


      3. SENSOR PH
      Pada rangkian mengunakan sensor PH dimana berfungsi untuk melihat ph dari air kolam yang mana ph normal dari ikan lele berkisar antara 6.5 - 8. Ketika sensor mendeteksi PH dari air besar dari 8 dengan potensiometer besar dari 67% pada rangkaian maka menghasilkan output yang di umpkan ke indtuktor, capsitor, dan titik percabangan. pada percabangan pertama output pada sensor akan di umpankan ke kaki not  dan menjadi salah satu input dari encoder. output dari encoder di hubungkan ke common anoda dimana jika menampilkan desimal 1 maka berarti air kolam memiliki ph diatas 8 dan ketika nol maka air kolam dalam keadaan normal.percabangan kedua di Tegangan output sensor ini menjadi input dari kaki negatif dari detector inverting dengan Vref yaitu 1.56. ketika v input lebih kecil dari Vref maka output dari op amp akan bernilai +Vsat dan sebaliknya.Sehingga output dari detector yaitu pada rangkaian yaitu +Vsat dan di umpankan ke R7 dan dihubungkan ke transisor.Di transistor terukur tegangan Vbe  sebesar 0.80V maka transistor akan on. Transistor akan on jika teganganya Vbe nya besar dari 0,60V. Ketika transistor on maka ada arus lewat vcc, relay, lewat kaki kolector, ke emiter trus ke Re trus ke ground. Karena ada harus yang melewati kumparan relay maka swicth dari relay akan bergesar dari ke kanan ke kiri atau akan on. Sehingga terjadi loop yang terhubung dengan baterai led dan motor sehingga ada supply dari batrai yang mengakibatkan Buzzer menyala yang memanandakan sistem berjalan. ketika buzzer menyala menjadi petanda bahwa air kolam memiliki ph diatas 8 dan harus diganti.

      4. TOUCH SENSOR (PAKAN OTOMATIS LELE)
      Ketika kita ingin mengaktifkan mode pakan otomatis maka kita akan mengaktifkan terlebih dahulu sensornya. Ketika ada sentuhan yang terdekteksi pada touch sensor maka akan keluar output sebesar 5V. Outputan dari sensor masuk ke  salah satu kaki dari gerbang logika AND. Pada rangkian terdapat 2 buah inputan pada gerbang logika  AND yaitu satu dari output  sensor dan yang satunya lagi dari output IC 555 . IC 555 merupakan suatu rangkaian yang akan mengahsilkan sinyal output berupa clock dengan rentang waktu tertentu, lama waktunya di tentukan oleh  besar dari resistornya yaitu R6 dimana semakin besar maka semakin lama nantinya waktu yang di hasilkan.
       
      ketika kedua inputan dari gerbang AND di hubungkan maka akan menghasilkan satu inputan yang mana nantinya akan berfungsi sebagai counter. inputan td di teruskan ke IC 4026 yang mana dapat menampilkan output pada 7-segment. ketika savent segment menunjukan desimal 2,6,dan 8 maka pakan lele akan otomatis berkerja dan memberi makan lele, jika selain dari angka tersebut makan pakan tidak di berikan. ketika angka yang di tunjukan pada seven segemet berupa 2,6,dan 8 maka akan ada tenganng yang yang di umpankan ke transistor. Pada transistor terukur tegangan Vbe  sebesar 2.16.V maka transistor akan on. Transistor akan on jika teganganya Vbe nya besar dari 0,60V. Ketika transistor on maka ada arus lewat vcc, relay, lewat kaki kolector, ke emiter trus ke Re trus ke ground. Karena ada harus yang melewati kumparan relay maka swicth dari relay akan bergesar dari ke kanan ke kiri atau akan on. Sehingga terjadi loop yang terhubung dengan baterai led dan motor sehingga ada supply dari batrai yang mengakibatkan  motor hidup memanandakan pakan akan diberikan pada saat tersebut.


      5. RAIN SENSOR

      Video Simulasi

      1. Rangkaian dengan Water Sensor



    2. Rangkaian dengan Ultrasonik Sensor


     



    3. Rangkaian dengan pH Sensor


     


    4. Rangkaian dengan Touch Sensor


     



      5. Rangkaian dengan Rain Sensor









    6. Download File[Kembali]

    Download Rangkaian proteus Klik disini
    Download Video percobaan Klik disini


    Download DataSheet Touch Sensor Klik Disini 
    Download Datasheet Water Sensor klik disini
    Download Datasheet PH Sensor Klik disini
    Download Datasheet Lm35 Sensor Klik disini
    Download DataSheet Resistor 10k  Klik disini 
    Download DataSheet Dioda Klik disini
    Download DataSheet Motor DC Klik disini 
    Download DataSheet Relay 12V Klik Disini
    Download DataSheet Resistor 10k  Klik disini 
    Download DataSheet Dioda Klik disini
    Download Datasheet Switch klik disini
    Download Datasheet Seven Segment klik disini
    Download Datasheet Potensiometer Klik disini
    Download Datasheet LED klik disini
    Download Datasheet Baterai klik disini
    Download Datasheet 7432 (gerbang OR) klik disini
    Download Download Datasheet Opamp [klik]
    Download Datasheet IC 7447 Klik d]isini
    Download Datasheet IC 555 Klik disini
    Download Datasheet IC 4026 Klik disini
    Download Datasheet IC 7482 Klik disini
    Download Datasheet IC 4511 Klik disini
    Download Library Touch Sensor  Klik Disini
    Download Library water Sensor Klik disini

    Download Library ph Sensor Klik disini


    Comments

    Popular posts from this blog